Death Note dan Platinum End, kemiripan yang bertolak belakang




 
Tidak salah jika para fans Death Note, telah menantikan manga yang dibuat oleh kolaborasi jenius Takeshi Obata dan Tsugumi Ohba ini yaitu Platinum End, dan banyak dari kita pula membandingkan Platinum End dengan Death Note? apa para fans Death Note mengharapkan akan lahir manga yang se jenius Death Note ditangan mereka berdua? tentu saja secara alamiah para fans Death Note akan membanding-bandingkan Death Note dengan Platinum End, karena sejak awal terbit chapter pertama Platinum End, Tsugumi Ohba sendiri yang membuat para fans Death Note mengingat kembali bagaimana lahirnya KIRA, dengan alur cerita Platinum End  yang serupa dengan Death Note namun dengan komponen cerita yang bertolak belakang.

Sejak setelah menonton Death Note, saya tidak mengharapkan akan menemukan anime yang lebih jenius dan keren dari Death Note bahkan dari duet jenius Takeshi Obata dan Tsugumi Ohba sekalipun
Oke,ini adalah beberapa hal yang bertolak belakang antara Death Note dan Platinum End.
 

Light yagami & mirai


light yagami adalah seorang siswa jenius dengan latar keluarga yang baik, sejak awal light adalah orang dengan karakter idealis yang tinggi, dengan hidupnya sendiri yang telah berjalan sempurna, dia berusaha membuat dunia baru dengan idealisnya sedangkan mirai, dari chapter 1 dan 2 kita bisa melihat mira adalah seorang siswa dengan keluarga yang dibunuh sendiri oleh bibi dan pamannya sendiri, hidupnya jauh dari kata bahagia, bahkan dia berusaha untuk bunuh diri, dia seorang yang frustasi untuk mencari kebahagiaan namun disamping itu dia masihlah seorang anak laki-laki yang sealalu ingat dengan nasehat ibunya.

Dewa kematian &Angel


Ryuk adalah seorang dewa kematian yang bosan dengan dunianya yang mencari hiburan   kedunia manusia, disamping mencari hiburan dan memakan apel, dia masa bodoh dengan hal lain, dia tidak berpihak pada siapapun dan hanya menonton dari dekat  namun berbeda halnya dengan nasse seorang Angel yang menolong mirai, nasse adalah angel yang bertingkah layaknya seperti iblis, dia  berusaha menasehati mirai, apa yang harus dilakukannya agar dapat bahagia, bahkan nasse sendiri yang mendorong mirai agar membunuh bibinya sendiri.

Art style : Death Note &Platinum End

Art style Death Note adalah gothic, gambar yang realistic with splash of fantasy, gaya gambar Death Note adalah gaya gambar yang sangat realistik dan detail namun tidak menghilangkan unsur bahwa Death Note adalah manga, kita dapat melihat manga Death Note sangatlah realistik dari  panel manga walaupun kecil namun Takeshi Obata-sensei tetap menggambar background seperti dinding, pintu, dan ornamen lainnya, tokoh-tokoh dalam Death Note juga tak kalah detailnya, Takeshi Obata- sensei kelihatan sangat konsen sekali dalam membuat suatu tokoh yang realistik namun memiliki cirikhasnya masing-masing, contoh saja Light Yagami,  Obata-sensei tidak membuat Light seperti tokoh anime lainya yang dengan jubah ataupun tato ditubuhnya yang membuat orang bisa mengenalnya, namun saat Light menggunakan kemeja, sweater atau apapun itu orang bisa mengenalnya, itu karena gaya rambut dan tatapan mata Light yang tajam. Splash of fantasi dari Death Note adalah dengan kehadiran dewa-dewa kematian, yang digambarkan tidak seperti dewa kematian pada umumnya.


  Sedangkan pada Platinum End gaya gambarnya lebih cenderung fantasy dibanding realistik, realistik gambarnya bisa kita lihat pada penmpilan sehari-hari mirai namun untuk cirikhas fisik mirai kurang kuat, sejauh ini saya kira akan sulit bagi orang untuk mengenali apakah itu mirai tanpa ada panah ditanganya ataupun angel nasse dibelakangnya, lebih cenderung fantasy saya katakan karena di Platinum End ini Obata-sensei lebih banyak memainkan screentone pada background, dengan efek-efek panah dan sparkle seperti manga pada umumnya


Bishounen & Ecchi

Saya tidak tahu pasti,  mungkin salah satu faktor yang menyebabkan Death Note terkenal di kalangan cewek karena banyak tokohnya bishounen (laki-laki cantik/tampan) tidak heran jika hingga sekarangpun mereka masih banyak memiliki fans terutama Light Yagami, mungkin ini adalah taktik promosi dari Obata-sensei sedangkan kali ini di Platinum End saya kira Obata dan Ohba-sensei berusaha menarik perhatian pembaca laki-laki karena di chapter 2 Platinum End obata-sensei menunjukan kemampuannya menggambar kumpulan wanita tanpa busana, saya sendiri tidak menyukai Ecchi, menurut saya ini malahan merusak jalan cerita.





Anime pertama yang saya tonton adalah Detective conan namun Death Note adalah anime pertama yang membuat saya stuck to watch anime again and again maybe because i've been searching the similar one, dan bahkan saya hobi menggambar manga karena saya terkesan dengan gambar Takeshi Obata-sensei. 

Platinum End, dengan konsep cerita yang berbanding terbalik dengan Death Note, setelah saya baca hingga chapter 2, mungkin manga ini tidak akan serialisasi dalam waktu yang panjang, mungkin manga ini akan berkhir 20-25 chapter, namun saya berharap besar untuk manga ini.

Post a Comment